education-software

Mengenal Aplikasi AyoBlajar

Dukungan Belajar Online Di Masa Pandemi Melalui Aplikasi AyoBlajar – Belajar daring jadi solusi saat ini. Mengingat pendidikan jadi kunci utama yang dipercaya sanggup menolong pembentukan generasi Indonesia yang lebih baik. Maka, mengingat mutu pendidikan di Indonesia tetap berada di 10% terbawah terhadap tngkat mutu pendidikan di dunia internasional, ragam inisiasi anak bangsa makin gencar.

Dukungan Belajar Online Di Masa Pandemi Melalui Aplikasi AyoBlajar

education-software – Para Pendiri dari AyoBlajar, Fariz Isnaini dan Audy Laksmana, mempunyai perhatian secara spesifik terhadap masa depan di bidang pendidikan di Indonesia serta dorongan yang besar agar dapat membentuk generasi bagi penerus bangsa yang jauh lebih baik. Mereka saat ini masih memiliki keyakinan bahwa perkembangan pendidikan yang ada di Indonesia merupakan salah satu bentuk tanggung jawab dari semua warga Indonesia, karena itulah AyoBlajar bertekat untuk menerbos arus tersebut.

Baca Juga : Bermain Sambil Bermain Game? Bisa, Semua Ada Di Platform Kahoot

AyoBlajar merupakan sebuah platform e-learning yang difokuskan terhadap materi ajar SMP dan SMA. AyoBlajar memiliki tujuan didirikan agar bisa menciptakan kemajuan serta pemerataan pendidikan yang ada di Indonesia melalui bantuan teknologi yang sudah ada, serta agar siswa – siswi dapat terhubung bersama guru-guru terbaik. Saat ini, AyoBlajar menjadi salah satu platform edukasi paling lengkap yang menyediakan konten edukasi saat ini, yang juga mendapat dukungan 4 fitur lengkap seperti:

Konten Pembelajaran

Konten Pembelajaran Materi SMP dan SMA mendapat dukungan bersama penggunaan animasi yang menarik, pengajar yang interaktif serta bantuan alat-alat peraga beserta bank soal yang sanggup menolong pembelajaran online yang dilakukan.

Kelas Online

Fitur yang sanggup digunakan oleh sekolah untuk laksanakan kelas secara real-time dan online.

One-on-One Mentoring

Sebuah kelas mentoring untuk diskusi one-on-one, siswa bersama pengajar tentang bidang studi yang diambil siswa.

Apa Itu Learning Management System (LMS)?

Sistem yang dapat memberikan kemudahan untuk setiap sekolah agar dapat merancang materi, melaksanakan kelas secara online, dan juga memberikan tugas sampai memberikan ujian kepada siswa secara online.

Misi yang dibangun ialah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, AyoBlajar sangat berharap bisa memberikan bantuan siswa-siswi, pengjar maupun institusi pendidikan yang ada didalam untuk memperbaiki mutu pendidikan di negara Indonesia. AyoBlajar juga berkolaborasi bersama para partner terbaik yang ada di Indonesia dan salah satunya adalah Telkomsel, BAKTI Kominfo serta Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk memberikan jawaban mimpi memperluas jangkauan pembelajaran secara online dari Sabang sampai Merauke.

Selama masa peluncuran di bulan September, AyoBlajar terhubung akses video pembelajaran adalah gratis sepanjang tiga bulan itu merupakan bentuk kepedulian dari kami terhadap pendidikan yang ada di Indonesia dan diinginkan sanggup memberikan banyak manfaat lebih serta memberikan kemudahan kepada adik-adik dalam menjalankan studi online.

Saat ini, AyoBlajar sanggup dibuka melalui aplikasi AyoBlajar yang sanggup diunduh di Google Play Store atau melalui Website kami di www.ayoblajar.com.

Pendidikan merupakan kunci utama yang dipercaya sanggup menolong pembentukan generasi Indonesia yang lebih baik. Nyatanya saat ini siswa-siswi di Indonesia tetap berada di 10% terbawah terhadap tingkatan mutu pendidikan di dunia internasional. Para Pendiri dari aplikasi e-learning AyoBlajar, Fariz Isnaini dan Audy Laksmana pun mempunyai perhatian spesifik terhadap persoalan tersebut.

Misi Mengembangkan Aplikasi

Fariz Isnaini dan Audy Laksmana mempunyai keyakinan yang kuat dapat masa depan pendidikan di Indonesia dan dorongan yang besar untuk membentuk generasi penerus bangsa yang lebih baik. Mereka memiliki keyakinan bahwasannya pengembangan pendidikan di Indonesia menjadi faktor utama yang harus diperhatikan.

AyoBlajar menjadi aplikasi e-learning yang ditargetkan bisa fokus terhadap materi ajar SMP dan juga SMA. AyoBlajar didirikan bertujuan agar dapat menciptakan kemajuan serta pemerataan pendidikan yang ada di Indonesia melalui bantuan teknologi, serta dapat memberi koneksi siswa – siswi dan juga tenaga pengajar yang ada.

Data Yang Ada Di World Economic 2020

Dalam Data yang dikumpulkan oleh World Economic terhadap kuartal ke dua 2020 tunjukkan kesibukan studi sebanyak 1,2 miliar anak yang dalam masa pendidikan di dunia sangat terganggu akibat adanya pandemi Covid-19. Dalam hal Kegiatan belajar serta mengajar yang dari awal berkonsep secara tatap muka langsung sekarang dirubah menjadi pembelajaran dari jarak jauh. Merespons adanya fenomena tersebut, kini banyak sekali bermunculan perusahaan yang merintis dari awal serta memmberikan tawaran dan solusi di bidang teknologi dan pendidikan.

Para investor pun melirik kegiatan ini menjadi hal yang positif dan mendukung dalam hal pembuatan aplikasi berbasis pendidikan terhadap sarana teknologi pendidikan terbilang sangat tinggi saat in8, dan puncaknya sejak sebelum memasuki pandemi merebak. Total investasi yang digelontorkan secara global di bidang teknologi dan pendidikan sepanjang 2019 mencapai US$18,6 miliar atau setara Rp259 triliun), dan diperkirakan dapat terus meningkat hingga US$350 miliar atau sekitar sekitar Rp4,8 kuadriliun) pada tahun 2025.

Investor terhitung menjadi tunjukkan ketertarikan terhadap sarana teknologi pendidikan di tanah air, terutama sepanjang pandemi. Data investasi untuk startup Indonesia sudah mencatat bahwa didalam 2 tahun terakhir ini, perusahaan teknologi dalam bidang pendidikan menjadi salah satu dari 5 vertikal bisnis yang saat ini paling banyak mendapatkan kucuran dana dari para investor.

Sebagai CEO startup teknologi pendidikan dari AyoBlajar Fariz Isnaini memberikan perkiraan ada 45 juta siswa di Indonesia yang sangat berpotensi untuk menjadi calon pengguna sarana teknologi dan pendidikan. Angka yang tercantum berikut belum mengkalkulasi sebagian tenaga pengajar ataupun lembaga pendidikan yang ada didalam negeri.

Masalah Pendidikan

Implementasi teknologi pendidikan di Indonesia tetap menemui sebagian hambatan, terutama dari faktor infrastruktur dan kesiapan pengajar ataupun siswa. Organisation for Economic Cooperation plus Development mencatat pemerataan akses untuk studi daring di Indonesia tetap rendah. Hanya ada lebih kurang 34 persen siswa di tanah air yang mempunyai akses ke komputer.

Banyak startup teknologi pendidikan di tanah air mengerti dapat persoalan tersebut. Beberapa menjadi fokus mengembangkan product pembelajaran jarak jauh, sekiranya mengemas materi pembelajaran didalam medium hard drive sehingga sanggup menjangkau siswa yang tidak mempunyai akses ke internet.

Startup teknologi pendidikan AyoBlajar terhitung laksanakan pendekatan berbeda. Mereka udah buat persiapan ratusan video studi beserta ribuan soal latihan ujian yang cocok bersama kurikulum dari tingkat SMP hingga SMA, sehingga sanggup dibuka kapan pun dan di mana pun oleh para penggunanya.

Dengan langkah berikut siswa relatif jauh lebih cepat untuk mengadopsi teknologi. Akan tetapi tetap banyak terhitung pengajar yang tidak cukup paham dalam teknologi serta luput dari perhatian. Fariz mengutarakan perusahaan untuk teknologi dari hal pendidikan harus sanggup mengakomodasi permasalahan yang ada, baik bersama mengadakan pelatihan yang berbasis komprehensif agar pengajar ataupun mengembangkan aplikasi ini bisa menjalankan kegiatan belajar mereka saat melakukan daring.

Fariz bersama AyoBlajar udah mengembangkan Learning Management System (LMS) eCadme, satu-satunya di Indonesia LMS yang sudah mandiri dan terintegrasi dengan dukungan fitur-fitur pembelajaran jarak jauh seperti live streaming sehingga para pengajar dan tutor akan jauh lebih cepat beradaptasi menjalankan teknologi ini.

Satio Pramono, selaku guru dari SMPN 7 Jakarta, menjadi salah satu pengajar yang juga sudah merasakan manfaat dari LMS yang dimiliki AyoBlajar. “eCadme berdedikasi untuk memberikan kemudahan bagi pengajar karena semua fitur sudah terintegrasi dengan berbagai tempat. Peserta didik terhitung lebih tertata dan terorganisir, karena hanya yang mempunyai account terdaftar saja yang sanggup di ikuti dalam kesibukan pembelajaran,” ungkap Satio.

Yang menjadi Hambatan lain yang sampai saat ini masih menjadi sebuah penghalang dari faktor bisnis adalah sangat rendahnya kemampuan para pengguna untuk membayar sarana serta prasarana teknologi ini. Bank Dunia melaporkan bahwa kuantitas pengguna yang senang membayar sarana teknologi pendidikan di Indonesia saat masa percobaan (trial) habis adalah tidak cukup dari lima persen.

Hal berikut mendorong banyak startup teknologi pendidikan mencari solusi untuk mempertahankan pengguna berbayar terhadap platform masing-masing. Salah satunya bersama membawa dampak fitur atau sarana yang memastikan pengguna dapat lagi lagi sebagai pengguna.

Startup AyoBlajar coba menangani hal berikut bersama merilis Kelas Online setiap hari secara berkesinambungan di platformnya. Video yang mereka hasilkan berbentuk dua arah, sehingga pengguna sanggup bertanya segera berkaitan materi yang tengah diajarkan. Fitur ini juga mendorong siswa agar tetap memakai aplikasi AyoBlajar bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam hal belajar secara real time.

Baca Juga : 10 Game untuk Anak SD Terpopuler di Smartphone Android 2021

AyoBlajar terhitung berkolaborasi bersama lembaga pemerintahan, organisasi pendidikan, hingga stasiun televisi untuk menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya pendidikan terhadap semua anak Indonesia. Langkah berikut secara tak segera menumbuhkan keyakinan terhadap pengguna yang tengah mencari sarana teknologi pendidikan terpercaya.

Hingga saat ini udah ada lebih kurang 17.000 orang yang terdaftar sebagai pengguna sarana AyoBlajar sejak pertama kali diluncurkan terhadap September 2020 lalu. Di saat bersamaan, ada lebih kurang 10.000 pengguna aktif tersebar di 29 institusi pendidikan yang udah pakai LMS eCadme milik AyoBlajar.